Jumat, 15 Juli 2016

My first love story

Apa itu cinta pertama?
Seperti apakah cinta pertama itu?
Menyenangkankah?
Menyedihkankah?

Ini pertama kali aku menulis tentang perasaanku, perasaan yang ga seharusnya aku rasakan. Tapi ku pikir semua ini ga ada salahnya karena ku yakin perasaan ini timbul sebab Sang maha pemberi cinta sedang menganugerahkannya kepadaku.

Ya, setiap orang yang seumuran denganku pasti pernah merasakan cinta pertama mereka. Entah cinta itu terbalaskan atau hanya dipendam di dalam hatinya. Entah cinta itu menyenangkan hingga membawa mereka ke jenjang pernikahan atau hanya sesaat mereka rasakan yang berujung pada kekecewaan. Entah cinta itu brtahan lama hingga bertahun-tahun atau hanya sebentar.

Kali ini aku akan menceritakan pengalaman cinta pertamaku...

Kisah ini berawal dari pertemanan yang bahkan sebelumnya tidak saling mengenal. Pada saat itu kita dipertemukan pada sebuah forum anak saat aku kelas X SMA. Aku bersama temanku "Aldo" aktif pada organisasi itu hingga akhirnya kami dipertemukan oleh teman-teman lainnya yang juga bergabung pada forum anak tersebut. Pada saat itu kami adalah angkatan pioneer pada pembentukan forum anak itu dan aku masuk di salah satu divisinya yaitu divisi kesehatan karna memang aku suka tentang kesehatan dan waktu itu aku juga bercita-cita ingin menjadi dokter. Dan aldo temanku berada di divisi PR. Sedangkan dia berada didivisi Pendidikan. Ya kita bahkan beda divisi, ngobrol pun gapernah apalagi contact"an?

Semua berawal dan mengalir begitu aja saat aku terpilih mengikuti kongres anak di Bandung. Awalnya pun aku ga nyangka kenapa Bu Dyah memilih aku? Padahal  banyak anak-anak lain yang ingin mengikuti kongres itu tapi berkat guru BK terbaikku Pak Hadi Siswanto akhirnya aku mengikuti kongres itu selama seminggu di Bandung. Pada hari H keberangkatan akupun baru menyiapkan barang-barang yang akan ku bawa karena aku sering ikut kemah dan kegiatan diluar sekolah aku bawa peralatan seperluku aja jadi gabanyak-banyak barangnya bahkan aku hanya bawa setas ransel sekolah yang biasa aku pakai.  Teman-teman yang lain pun bingung kenapa bawaanku begitu sedikit padahal aku cewe tapi justru mereka yang cowo malah banyak sekali.

Selasa, 18 Agustus 2015

To Bee

Dan semenjak ada dia
kamu bukan kamu yang seperti dulu
tiada lagi kisah indah
dan kini ku sendiri berteman bayangmu
malam kini berganti sunyi sepi untukku

dan kini aku tahu
jendela hatimu tertutup untukku
ingin ku lihat lagi
wajah yang selalu ku rindu

ingin rasa aku berlari
walau hanya mengejar mimpi

meskipun engkau tlah pergi
mungkin takkan kembali
aku di sini tetap di sini sayangku

aku masih rindu padamu
aku masih sayang padamu
meski kini cintamu bukan aku
meski kini cintamu bukan aku


Your Lovely,


PH

Jumat, 06 Juni 2014

THE STORY OF MY LIFE

Di usia ke 20th ini merupakan usia remaja yang beranjak untuk dewasa. Tak pernah terfikirkan saya akan memasuki usia tersebut sebab baru kemarin rasanya saya berusia 17th yang kata orang itu sweet seventeen.Tapi di usia ini saya mungkin memiliki pengalaman hidup yang cukup beragam.

Saya bukanlah berasal dari keluarga mampu yang ketika saya ingin ini dan itu akan langsung ada di depan saya namun dengan begitu saya berusaha dan belajar untuk lebih memampukan diri saya lebih bermanfaat untuk orang lain terutama untuk mamaku yang telah berusaha keras dari saya kecil hingga saat ini juga untuk nenek dan kakek yang selalu menemani hari-hariku, membahagiakanku, mendidikku ( walau terkadang agak 'ngeyel' untuk diberitahu ), dan juga selalu mengikuti tumbuh kembangku. Hingga pada saatnya nenek tiada, hal itu membuatku sangat terpukul sebab dia merupakan salah satu orang yang kusayangi. Ketika itu saya duduk di SMA kelas X dan membuatku drop apalagi nilai-nilaiku. Namun dibalik ketiadaan nenekku saya lebih belajar untuk mandiri, mengatur keuangan sebab saya diberi uang saku bulanan oleh bapak baruku, dan lebih dewasa. Hari-hariku di sekolah begitu cepat berlalu hingga pada saatnya saya kelulusan tapi pada waktu itu saya mendapatkan 2 beasiswa salah satunya dr perguruan tinggi ternama di Indonesia UI dan satunya lagi dari Program pendidikan akuntansi BCA. Pada saat itu sugguh sulit untuk menentukan pilihan sebab saya sungguh ingin masuk di UI dari saya masih di sekolah dasar dan sekarang do'a saya diijabah oleh Allah untuk masuk kesana dengan bantuan beasiswa bidikmisi namun satu sisi saya juga mendapatkan beasiswa dr BCA yang sungguh menggiurkan untuk benevit kedepannya sebab ada jenjang karier yang ditawarkan dari pihak BCA. Pada saat itu saya memilih untuk mengikuti kata orangtua dibnding mengikuti apa yang saya cita-citakan sejak sekolah dasar yaitu masuk sekolah pendidikan akuntansi. 

Cawu pertama saya jalani dan pada saat saya masuk ke sekolah tersebut saya mengalami kendala di tengah jalan mungkin karena hati saya belum ikhlas ntuk melepaskan cita-cita saya dari sekolah dasar ntuk melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut. Disana saya memiliki teman baru dari beberapa provinsi di Indonesia. Walau begitu saya mendapatkan firasat yang buruk diakhir cawu 1 saya tersebut dan akhirnya saya berhenti ntuk kuliah disana dan kembali ke rencana awal saya. Pada akhirnya salah satu dosen saya menawarkan untuk bekerja di sana dan saya menerimanya dengan senang hati.

Ketika pendafataran kuliah tahun berikutnya dimulai dan pada waktu itu saya masih baru bekerja di BCA ternyata saya belum dapat cuti untuk mengikti tes SNMPTN. Usaha saya berlanjut dan ingin mengikuti seleksi mandiri namun pada waktu itu hari keja dan 2 hari, kembli saya tidak bisa mengikuti tes tersebut sebab saya belum bisa dapat cuti keja. Dan pada akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat saya bekerja.
Sekarang adalah saatnya untuk saya mengembalikan hari-hari yang telah saya buang percuma. Saya sudah mendaftar SBMPTN tahun ini dan berharap agar lulus dalam seleksinya. Tidak hanya itu saya juga diberikan kesempatan yang Insya Allah untuk membantu mendidik anak-anak penerus masa depan bangsa di salah satu sekolah dekat dengan rumah saya. Sungguh merupakan suatu kehormatan yang tak pernah terlintas dalam pikiran saya pada waktu itu. Saya juga mendaftar kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta dekat dengan rumah saya untuk jaga-jaga kemungkinan terburuknya. 

Finally, pada hari ini saya belajar dari pengalaman yang saya dapatkan untuk lebih Ikhlas dalam menjalani hidup tetap berusaha yang terbaik disetiap hal yang kita lakukan dan terus menyelipkan Allah disetiap aktivitas yang saya lakukan. Sebab saya yakin Allah telah menyiapkan segala sesuatunya yang terbaik dan terindah untuk Hamba NYA di waktu, di tempat, dan di saat yang tepat. Barakallah. :)

LOVE,


-PH-