Jumat, 06 Juni 2014

THE STORY OF MY LIFE

Di usia ke 20th ini merupakan usia remaja yang beranjak untuk dewasa. Tak pernah terfikirkan saya akan memasuki usia tersebut sebab baru kemarin rasanya saya berusia 17th yang kata orang itu sweet seventeen.Tapi di usia ini saya mungkin memiliki pengalaman hidup yang cukup beragam.

Saya bukanlah berasal dari keluarga mampu yang ketika saya ingin ini dan itu akan langsung ada di depan saya namun dengan begitu saya berusaha dan belajar untuk lebih memampukan diri saya lebih bermanfaat untuk orang lain terutama untuk mamaku yang telah berusaha keras dari saya kecil hingga saat ini juga untuk nenek dan kakek yang selalu menemani hari-hariku, membahagiakanku, mendidikku ( walau terkadang agak 'ngeyel' untuk diberitahu ), dan juga selalu mengikuti tumbuh kembangku. Hingga pada saatnya nenek tiada, hal itu membuatku sangat terpukul sebab dia merupakan salah satu orang yang kusayangi. Ketika itu saya duduk di SMA kelas X dan membuatku drop apalagi nilai-nilaiku. Namun dibalik ketiadaan nenekku saya lebih belajar untuk mandiri, mengatur keuangan sebab saya diberi uang saku bulanan oleh bapak baruku, dan lebih dewasa. Hari-hariku di sekolah begitu cepat berlalu hingga pada saatnya saya kelulusan tapi pada waktu itu saya mendapatkan 2 beasiswa salah satunya dr perguruan tinggi ternama di Indonesia UI dan satunya lagi dari Program pendidikan akuntansi BCA. Pada saat itu sugguh sulit untuk menentukan pilihan sebab saya sungguh ingin masuk di UI dari saya masih di sekolah dasar dan sekarang do'a saya diijabah oleh Allah untuk masuk kesana dengan bantuan beasiswa bidikmisi namun satu sisi saya juga mendapatkan beasiswa dr BCA yang sungguh menggiurkan untuk benevit kedepannya sebab ada jenjang karier yang ditawarkan dari pihak BCA. Pada saat itu saya memilih untuk mengikuti kata orangtua dibnding mengikuti apa yang saya cita-citakan sejak sekolah dasar yaitu masuk sekolah pendidikan akuntansi. 

Cawu pertama saya jalani dan pada saat saya masuk ke sekolah tersebut saya mengalami kendala di tengah jalan mungkin karena hati saya belum ikhlas ntuk melepaskan cita-cita saya dari sekolah dasar ntuk melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut. Disana saya memiliki teman baru dari beberapa provinsi di Indonesia. Walau begitu saya mendapatkan firasat yang buruk diakhir cawu 1 saya tersebut dan akhirnya saya berhenti ntuk kuliah disana dan kembali ke rencana awal saya. Pada akhirnya salah satu dosen saya menawarkan untuk bekerja di sana dan saya menerimanya dengan senang hati.

Ketika pendafataran kuliah tahun berikutnya dimulai dan pada waktu itu saya masih baru bekerja di BCA ternyata saya belum dapat cuti untuk mengikti tes SNMPTN. Usaha saya berlanjut dan ingin mengikuti seleksi mandiri namun pada waktu itu hari keja dan 2 hari, kembli saya tidak bisa mengikuti tes tersebut sebab saya belum bisa dapat cuti keja. Dan pada akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat saya bekerja.
Sekarang adalah saatnya untuk saya mengembalikan hari-hari yang telah saya buang percuma. Saya sudah mendaftar SBMPTN tahun ini dan berharap agar lulus dalam seleksinya. Tidak hanya itu saya juga diberikan kesempatan yang Insya Allah untuk membantu mendidik anak-anak penerus masa depan bangsa di salah satu sekolah dekat dengan rumah saya. Sungguh merupakan suatu kehormatan yang tak pernah terlintas dalam pikiran saya pada waktu itu. Saya juga mendaftar kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta dekat dengan rumah saya untuk jaga-jaga kemungkinan terburuknya. 

Finally, pada hari ini saya belajar dari pengalaman yang saya dapatkan untuk lebih Ikhlas dalam menjalani hidup tetap berusaha yang terbaik disetiap hal yang kita lakukan dan terus menyelipkan Allah disetiap aktivitas yang saya lakukan. Sebab saya yakin Allah telah menyiapkan segala sesuatunya yang terbaik dan terindah untuk Hamba NYA di waktu, di tempat, dan di saat yang tepat. Barakallah. :)

LOVE,


-PH-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar